Mengenal Macam Jenis Insulasi Atap

Selain membuat bukaan-bukaan untui sirkulasi udara, Anda bisa mendinginkan suhu bangunan dengan menggunakan insulasi atap. Insulasi atap adalah lapisan di bawah penutup atap yang berfungsi untuk meredam panas. Dengan menggunakan insulasi pada atap, panas tidak akan merambat ke dalam bangunan sehingga bangunan tetap terasa sejuk.

Efektif atau tidaknya insulasi pada bangunan tergantung pada kualitas bahan insulasi yang Anda gunakan. Insulasi dengan kualitas yang baik akan mencegah panas berlebih masuk ke dalam bangunan. Selain itu, Anda tidak perlu sering bergonta-ganti insulasi karena bahan yang Anda gunakan tentu tahan lama. Tentunya hal ini akan menghemat biaya Anda ke depannya.

Baca : Harga Glass Block

Insulasi yang biasa dipasang pada atap disebut juga dengan insulasi thermal. Istilah ini merujuk pada fungsinya untuk mengatur thermal atau kadar panas di dalam ruangan.

Bentuk dari insulasi tidak padat seperti material penutup atap. Material insulasi memiliki ribuan kantong udara kecil dalam dalam seratnya sehingga membe tuk seperti busa. Kantong-kantong udara atau busa inilah yang berfungsi untuk menahan rambatan panas ke dalam bangunan.

Jenis-jenis Insulasi Atap

Bahan utama insulasi dapat terbuat dari glasswool, rockwool, polyester, maupun polyurethane foam.

  • Glasswool

Glasswool adalah material berbahan dasar serat kaca yang diolah sedemikian rupa sehingga sehingga membentui serat-serat halus. Serat-serat halus ini di-press membentuk lembaran utuh dengan rongga-rongga kecil. Rongga-rongga kecil ini memperlambat transfer panas sehingga mampu menjadi insulasi thermal.

Baca : Harga Handle Pintu

Glaswool biasanya tersedia dalam bentuk lembaran yang digulung menjadi roll. Biasanya glasswool yang dijual di pasaran sudah menyatu dengan aluminium foil. Ukuran glasswool yang tersedia adalah 25 mm x 120 cm x 30 m dan 50 mm x 120 cm x 15 m.

  • Rockwool

Rockwool sebenarnya banyak digunakan sebagai media tanam hidroponik. Bahan dasar dari rockwool adalah bebatuan, biasanya terbuat dari kombinasi basalt, batu kapur, dan batu bara. Selama proses produksi, kombinasi bebatuan ini diolah sehingga membentuk serat-serat yang kemudian dipotong-potong sesuai kebutuhan.

Rockwool dijual dalam bentuk lembaran-lembaran terpisah. Dalam satu pak, biasanya Anda akan mendapatkan 12 lembar rockwool. Ukuran rockwool per lembar adalah 25 mm x 60 cm x 120 cm.

  • Polyester

Polyester adalah insulasi yang terbuat dari bahan sintetis PET (polyethylene terephthalate) yang tidak berbau dan mudah didaur ulang. Keunggulan lain dari polyester adalah tidak menimbulkan iritasi Dan alergi sehingga aman bagi kulit serta mudah didaue ulang.

Harganya memang lebih mahal daripada insulasi dengan bahan dasar serat kaca atau fiberglass. Namun material ini lebih aman bagi kesehatan, ramah lingkungan, serta dapat tahan hingga 50 tahun. Polyester biasa dijual dalam bentuk gulungan. Ukuran polyester adalah 20 mm x 100 cm x 10 m.

  • Polyurethane Foam

Bahan polyurethane foam berbeda dengan insulasi yang lain. Apabila bahan insulasi lain berbentuk lembaran, maka Polyurethane berbentuk busa semprot. Aplikasi insulasi ini adalah dengan cara disemprotkan menggunakan mesin spray ke lapisan atap atau dinding yang ingin diberi insulasi.

Proses pekerjaannya sangat efisien dan kemampuan insulasinya juga sangat efektif. Busa semprot memastikan tidak ada celah untuk panas merambat masuk. Baik aplikasi vertikal maupun horizontal tidak mengalami kesulitan karena busa langsung menempel pada media yang ingin diberi insulasi. Insulasi dengan Polyurethane tidak meninggalkan debu, tidak berbau, ringatn, awet, dan tahan lama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *