Ternyata Penginapan di Banten Banting Harga usai Tsunami Selat Sunda

Terjangan tsunami di Selat Sunda pada Sabtu (22/12) lantas hampir membunuh industri penginapan serta pariwisata di selama pantai barat Banten. Satu pekan sesudah bencana itu berlangsung, hampir tidak ada kembali pengunjung yang berkunjung nikmati pasir serta senja disana.

Tubuh Nasional Penanggulangan Musibah (BNPB) mencatat sekurang-kurangnya ada 78 penginapan di Banten yang rusak diterjang tsunami. Beberapa salah satunya hampir rata dengan tanah, beberapa yang lainnya alami rusak minor seperti digenangi air.

Keadaan ini adalah duka buat usaha hotel serta penginaan di selama pantai barat Banten. Berlibur hari raya Natal serta perubahan tahun ialah peristiwa mendulang untung.

Lihat ikut: Jadwal Kapal Pelni Kelud

Jayakarta Villa Anyer contohnya. Penginapan premium di pantai Anyer ini melompong ditinggal pelanggannya. Pernak-pernik natal di meja depan jadi ornament yang meningkatkan muram situasi. Semua customer gagal pesan kamar.

“Semua takut, tidak ada yang berani hadir saat ini,” kata Saleha, karyawan penginapan, Jumat (29/12).

Hal sama dihadapi oleh Marina Anyer. Penginapan ini telah ditinggal oleh pengunjungnya semenjak satu hari sesudah bencana menempa. Jarak penginapan ke garis pantai yang begitu dekat dipandang jadi momok buat beberapa wisatawan yang bertandang.

“Walau sebenarnya kita telah full booked sampai tahun baru, tetapi pada akhirnya pada gagal semua,” papar Mae yang bekerja di Marina Anyer.

Lihat ikut: Jadwal Kapal Pelni Kelimutu

Hotel serta penginapan yang terdampak tsunami juga sampai berani memotong cost inap untuk mendapatkan customer. Jayakarta contohnya, memberikan potongan sampai 50 %. Potongan sebesar itu tidak jadi permasalahan buat mereka, asal ada yang isi kamar.

Beberapa penginapan lainnya memberikan potongan harga lebih moderat dengan menetapkan harga normal alih-alih harga spesial musim berlibur.

Akan tetapi langkah ini tidak langsung membuat pengunjung kembali bermalam dalam tempat mereka.

Sepinya pengunjung di selama pantai barat Banten praktis punya pengaruh pada redupnya pekerjaan masyarakat di seputar tempat penginapan. Cuaca jelek serta Gunung Anak Krakatau yang masih tetap erupsi cukuplah jadi fakta masyarakat masih tetap menjauhi pantai.

“Saya sendiri sebetulnya ikut masih tetap takut kekuatan tsunami susulan, tetapi ingin bagaimana kembali namanya ikut tanggung jawab,” cetus Mae pasrah.

Pariwisata adalah salah satunya pos pemasukan paling besar buat Banten. Tubuh Pusat Statistik (BPS) mencatat ada 303 ribu turis mancanegara serta 2,9 juta turis domestik pada 2016. Pariwisata Banten didukung oleh pantai-pantai yang telah masyhur di Tanah Air seperti Pantai Anyer, Carita, Sawarna, sampai Lokasi Ekonomi Spesial Tanjung Lesung.

Semua pantai itu ada di pesisir barat Banten. Akan tetapi terjangan tsunami satu pekan lantas diyakinkan akan memukul industri pariwisata disana lumayan lama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *