Mari Mencari Letak Pantai Wohkudu

Mencari tempat habiskan waktu bersama dengan pasangan di Yogyakarta kelihatannya bukan perihal yang susah, sebab bermacam obyek wisata di Yogyakarta memang seolah dibikin untuk romantisme sepasang kekasih.

Akan tetapi saya yang kali itu bertandang ke Yogyakarta bersama dengan istri terlihat kebingungan untuk isi sehari senggang di Yogyakarta, sebelum besok lusa kembali ke arah ke pelukan ibu kota negara Indonesia.

Arah, sekaligus juga kesenangan, kami ialah pergi jauh hindari keramaian serta hiruk pikuk manusia yang menyukai ribet semaunya sendiri.

“Jika ke pantai, tetapi bukan Parangtritis serta Baron kemana ya?” saya menanyakan pada seseorang kawan yang kebetulan cukuplah kenal Yogyakarta.

Awalannya dia memberi pendapat Pantai Wedi Ombo serta Pok Tunggal, akan tetapi sebab pertimbangan jarak pada akhirnya dia menyebutkan nama Wohkudu.

Bila merujuk pada peta virtual dalam gawai, jadi waktu yang dibutuhkan untuk sampai Pantai Wohkudu dari tempat kami menginap cuma seputar dua jam. Maka bila keesokan hari pergi seputar jam 09.00 WIB kami perasaan masih tetap aman.

Kebetulan kami ialah type wisatawan pemalas, sebab tidaklah terlalu senang tergesa-gesa nikmati saat liburan, ditambah lagi sampai mesti berkunjung ke beberapa tempat dalam satu hari.

Bahkan juga bila perasaan malas begitu berkuasa, kami lebih senang habiskan waktu di seputar penginapan untuk mencari beberapa hal sengit yang mungkin menurut orang yang lain tidak demikian sengit

Dua jam yang menyenangkan

Benar saja pagi itu kami bertolak ke arah lokasi Gunungkidul seputar jam 09.00 WIB. Doa kami hanya janganlah turun hujan ini hari, supaya kami tidak senggara habiskan hari paling akhir di Yogyakarta.

Maklum, waktu kami bertandang ke Yogyakarta telah saatnya musim hujan yang bekerja. Akan tetapi untung saja, perjalanan hari itu bebas dari guyuran hujan serta beberapa hal yang tidak diharapkan yang lain.

Selesai isi penuh tangki bensin motor sewaan, kami juga mesti buka peta virtual. Perihal ini sebab terbatasnya saya dalam mengingat Yogyakarta yang mentok di lokasi Sewon bila ke arah Selatan.

Peta virtual tunjukkan dua jalan, pertama melalui jalan Parangtritis serta yang ke-2 ialah jalan Wonosari.

Sesudah berdialog, pada akhirnya kami akan memutuskan untuk melalui jalan Imogiri serta pulangnya baru melalui jalan Parangtritis.

Benar saja, feelingperasaan kami rupanya tidak meleset. Jalan yang kami lalui cukuplah menyenangkan, sebab selama jalan kami diberikan panorama yang bermacam dari mulai pasar tradisionil, permukiman masyarakat, rimba jati, bukit kapur, serta lokasi karst.

Jalan yang berkelok serta turun naik, ikut jadi bonus sendiri buat kami.

Menjadi makhluk perkotaan, kami juga tidak dapat hindari ekspresi yang kepalang norak waktu ditempatkan panorama yang bermacam. Berhenti sesaat untuk berfoto juga tidak terelakkan kembali.

Dengan administratif Pantai Wohkudu ada di Kampung Nglaos, Desa Girikerto, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul. Pantai ini cuma berjarak seputar satu km. di samping timur Pantai Kesirat.

Untuk masuk lokasi Pantai Wohkudu, cuma butuh membayar ticket sebesar Rp3.000 per orang pada desa paling akhir.

Sesudah melalui pos pembelian ticket, perjalanan tinggal tersisa 15 menit. Akan tetapi janganlah cemas, waktu tidak kelihatannya Pantai walau ada tempat parkir untuk wisatawan yang bertandang ke Pantai Wohkudu.

Rupanya perjalanan ke Wohkudu cuma ditujukan buat siapapun yang mempunyai fisik serta mental yang ideal. Mengingat dari lokasi parkir tetap harus meniti berjalan kaki sejauh satu km., melalui jalan setapak dengan medan yang bermacam.

Akan tetapi setibanya di Pantai Wohkudu, saya seolah berjumpa dengan kawan lama. Perasaan capek serta lapar saat itu juga pupus ditukar dengan keceriaan yang meluap.

Walau pantai ini tidak luas, seputar 25 mtr. saja, akan tetapi tenda-tenda yang berdiri, segelintir orang yang bermain bola, seseorang pemancing, serta sebagian orang yang asyik nikmati pantai bercampur aduk jadi satu dengan pasir putih, tebing kuat, serta ombak Samudera Hindia yang ganas.

Menjadi wisatawan yang malas, saya langsung merebahkan badan diatas pasir sambil nikmati nada ombak serta kadang-kadang terdengar derai tawa.

Artikel terbaru:

Jadwal Kapal Pelni Lambelu
Jadwal Kapal Pelni Sangiang

Selesai bermalas-malasan saat hampir dua jam di Pantai Wohkudu, kami pada akhirnya mesti kembali pada parkiran kendaraan serta harus kembali melalui jalan setapak yang berkelok.

Setibanya di parkiran, kami luangkan terlibat perbincangan dengan pemilik tempat parkir. Figur lelaki tua itu menceritakan jika tiga tahun waktu lalu, lokasi ini cuma didatangi oleh beberapa penggemar alam. Akan tetapi dua tahun terakhir, mulai banyak wisatawan yang hadir serta pada akhirnya dibuatkan jalan aspal yang cukuplah menyimpan satu mobil.

Lelaki tua itu ikut menyewakan tenda untuk bermalam, harga nya dari mulai Rp40 ribu tadi malam untuk dua orang. Masalah perut juga tak perlu cemas, sebab di lokasi Pantai ikut ada warung bahkan juga toilet.

Malah yang butuh di kuatirkan ialah kesadaran beberapa wisatawan untuk mengawasi supaya Pantai Wohkudu masih lestari serta tidak rusak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *