Minat Baca Masyarakat Indonesia Ternyata di Atas Negara Maju Simak Ulasanya

Minat baca penduduk Indonesia mulai diakui. Bahkan juga untuk tahun kemarin, minat bacanya menaklukkan beberapa negara besar.

Hal tersebut disampaikan Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando selesai penandatangan nota kesepakatan (MoU) pada lembaganya dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Executive Lounge service Perpustakaan Nasional di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis 31 Januari 2019.

“Minggu lantas ada berita menggembirakan, Inggris barusan melaunching 20 negara terunggul dalam tingkat (minat) bacanya tahun ini. Kita masuk ke posisi 15, lebih baik dari Argentina, Jerman, serta Kanada,” papar Syarif Bando.

Baca Juga : Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP)

Selanjutnya dijelaskan, yang paling tinggi minat bacanya ialah India dengan capaian diatas 10 jam. “Sesaat Indonesia diatas 6 jam per minggu. Ini langkah awal mengawali peningkatan perpustakaan di semua Nusantara,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, berdasar pada amanat UU NO 23/2014 mengenai Pemerintahan Daerah, 100% propinsi yang ada telah membuat perpustakaan. Sedang dari 514 kabupaten/kota, cuma 22 yang belumlah mempunyai perpustakaan serta tahun ini diinginkan tuntas pengadaannya.

“Dengan fisik (perpustakaan) rata-rata ada, kami inginnya tempatkan aplikasi tehnologi disana, serta mereka dapat akses server di sini lewat iPusnas,” kata Syarif.

Selanjutnya disebutkan, tingkat kunjungan ke purpustakaan yang diurus sangat tinggi. Untuk hari Sabtu serta Minggu rata-rata 3.000 orang. Yang tambah tinggi kembali, klaim ia, akses ke iPusnas sampai 2.000 per menit.

Selain itu, dalam agenda penandatangan MoU pada Perpusnas serta Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN) dilihat langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo. Diluar itu, Rektor IPDN, Murtir Jeddawi serta Kepala Perpustakaan Nasional pun menyetujui pembukaan akses mahasiswa IPDN pada koleksi buku di Perpustakaan Nasional.

Nota kesepakatan ini mencakup pemakaian serta peningkatan sumber daya perpustakaan di lingkungan Kemendagri, pemakaian serta peningkatan sumber daya di Universitas IPDN, pemakaian serta peningkatan sumber daya perpustakaan di daerah, dan transisi data serta info kelembagaan perpustakaan di daerah. Nota kesepakatan itu mempunyai tujuan untuk tingkatkan kualitas sdm sesuai dengan arah program prioritas pembangunan nasional 2019-2024.

Berkaitan Kesepakatan Kerja Sama (PKS) dengan Rektor IPDN, kolaborasi kedua-duanya mempunyai tujuan untuk menyinergikan program serta pekerjaan lewat pemakaian perpustakaan dalam memberi dukungan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Disebutkan Syarif, lewat kerja sama ini, jadi tidak ada fakta kembali buat mahasiswa, dosen, atau periset di lingkungan IPDN yang mengakui kekurangan rujukan.

Artikel Terkait : Cara Menghitung Tetesan Infus Mikro dan Makro

“Kami ada S1, D4, S2, serta S3 dengan 6.000-an mahasiswa. Dengan kerja sama ini, jadi terbuka akses belajar dari 600.000 buku jadi juta-an buku yang asli. Hingga dapat meningkatkan literatur pemerintahan yang asli, lantas lakukan analisis serta harapannya dapat membuat pengembangan di pemerintahan,” timpal Murtir Jeddawi.

Di lain sisi, Kesepakatan Kerja Sama (PKS) yang di tandatangani Sekretaris Jenderal Kemendagri, Hadi Prabowo dengan Sekretaris Penting Perpusnas, Sri Sumekar, mengendalikan pemakaian serta peningkatan sumber daya perpustakaan di lingkungan Kemendagri. Contohnya, peningkatan sumber daya perpustakaan serta kepustakawanan, peningkatan tehnologi info serta komunikasi (TIK) di bagian perpustakaan, peningkatan pangkalan katalog induk nasional (KIN) serta repository digital Indonesia One Search (IOS), iPusnas serta e-resources, penghimpunan karya bikin serta karya rekam (KCKR), dan pelebaran jaringan perpustakaan cakupan nasional serta internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *