Karena Belajar Menggambar Sejak Kecil Bisa Memupuk Kreativitas Anak

Janganlah dianggap remeh belajar kesenian. Masalahnya memupuk kreatifitas anak semenjak awal lewat karya seni mempunyai efek positif pada kebahagiaan serta hari esok anak nantinya. Pengakuan itu disampaikan oleh Samanta Ananta, M.Psi. menurut dia ada korelasi yang kuat pada anak yang lakukan seni kreatif serta keberhasilan mereka di waktu dewasa.

“Anak-anak yang aktif membuat karya seni condong lebih mempunyai banyak inspirasi positif untuk penemuan tehnologi. Lewat seni, anak belajar untuk berfikir out of the box hingga mereka juga lebih terbiasa untuk menangani permasalahan yang tengah ditemui,” jelas psikolog itu dalam acara Koko Olimpiade Beri Edukasi Nutrisi serta Memupuk Kebahagiaan 45.000 Keluarga Indonesia.

Membuat serta memerhatikan seni bisa kurangi kortisol atau yang diketahui hormon depresi. Lakukan suatu yang kita gemari pun melepas endorfin. Ini ialah hormon yang memberi perasaan bahagia, jelas Samanta. “Kenapa art dapat melepas hormon kortisol serta menghasilkan hormon endorfin? Ya sama juga dengan saat kita makanan cokelat,” kata Samanta memberikan analogi.

Baca Juga : Cara Membaca Jangka Sorong

Bukan sekedar itu, kreatifitas yang semakin besar memunculkan kebahagiaan yang lebih mendalam. Proses kreatif tersebut adalah sumber kebahagiaan buat banyak orang. Dengan mempunyai kreatifitas, seorang pun lebih dapat pecahkan permasalahan kecil yang menerpanya sehari-hari.

Menggambar atau memberi warna ialah bentuk kesenian yang termudah dikerjakan. Pekerjaan simpel itu bermanfaat untuk tingkatkan mood, yakin diri, serta potensi anak. Mengacu pada riset, 87,5% pekerjaan melukis atau menggambar ini dapat tingkatkan keadaan murid yang stres baik dari permasalahan akademik ataupun keluarga.

Lalu bagaimana triknya membuat anak suka pada seni? Orang-tua dapat ajak anak pergi ke museum, ikuti kelas menggambar, atau mengajarkan anak menggambar. Yang terpenting janganlah menghakimi hasil karya si kecil.

Malah berilah anak pujian hasil dari karya yang telah dibuatnya. Contohnya dengan menjelaskan “wah garisnya telah lebih tegas, warnanya telah lebih tebal,”. Pada akhirnya dapat memunculkan minat anak. Orang-tua tinggal menyiapkan perlengkapan yang diperlukan.

Selain itu, Business Executive Officer Nestle Breakfast Cereals Indonesia Alaa Shaaban menuturkan, semenjak tahun 2001 sampai sekarang Koko Olimpiade sudah mencapai lebih dari 200.000 anak di Indonesia.

Pada 2019, Koko Olimpiade akan diadakan di 36 Kota serta diprediksikan akan mencapai lebih dari 45.000 peserta. “Kami bersukur atas sambutan dan semangat anak-anak Indonesia yang mengagumkan pada Koko Olimpiade. Sesuai dengan prinsip kami, mudah-mudahan semangat serta kreatifitas itu bisa selalu berkobar di Koko Olimpiade 2019,” tutur Alaa.

Di kesempatan terpisah, Mutia Ribowo SDs, MA, art therapist dari Art-i menjelaskan, tidak cuma perasaan suka, kenyataannya menggambar pun memberi perasaan santai buat anak hingga anak terlepas dari depresi. “Insting serta konsentrasi ikut terbiasa saat menggambar. Anak pun semakin lebih sensitif pada keadaan sekitar lingkungan,” kata Mutia.

Menggambar, sambung Mutia, pun erat hubungannya dengan mengekspresikan diri. Melalui menggambar, si kecil bisa mengalirkan perasaan, emosi, serta pikirannya yang tidak bisa diutarakan dengan komunikasi verbal. Perihal ini tentunya mempermudah orangtua mengerti perasaan buah hatinya mengingat potensi verbal mereka yang belumlah tercipta prima.

Artikel Terkait : Cara Menghitung IP Address dan Subnet Mask

Berkaitan rutinitas sarapan, Guru Besar Pangan serta Gizi IPB Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, MS menjelaskan jika sarapan lebih dari sebatas mulai hari. Sarapan ialah basic untuk menguber hari esok yang lebih baik.

“Perilaku di kelas serta perform akademik siswa berkaitan dengan rutinitas sarapan. Anak-anak yang sarapan seimbang serta memiliki nutrisi condong mempunyai konsentrasi, daya, serta bahagia selama seharian,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *