Kemendikbud Optimalisasi Anggaran Fungsi Pendidikan Berikut Ulasanya

Kemendikbud akan mengoptimalisasi biaya manfaat pendidikan. Kementerian ini akan bekerjasama dengan kementerian lainnya yang berkaitan masalah proses serta pengawasan supaya penggunaan biaya pas tujuan.

Menurut Menteri Pendidikan serta Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, menjadi masalah yang kewenangannya dibagi pada pemerintah pusat serta pemerintah daerah, selangkah strategis di bagian pendidikan akan selekasnya digerakkan Kemendikbud pada 2019.

“Kami akan pertajam pemakaian biaya manfaat pendidikan supaya lebih maksimal. Karenanya, kami akan lakukan penyelarasan dalam pemakaian biaya supaya lebih pas tujuan,” kata Mendikbud dalam tayangan wartawan tempo hari.

Baca Juga : Cara Mudah Mencari Barisan Geometri Dan Deret Geometri

Dalam optimalisasi ini, Kemendikbud akan menggandeng kementerian serta lembaga-lembaga berkaitan untuk mengawal distribusi serta pemakaian dana alokasi umum (DAU) serta dana alokasi spesial (DAK) yang sampai kini ditransfer langsung ke pemerintah daerah.

Menurut Muhadjir, dalam APBN 2019 jumlahnya alokasi biaya manfaat pendidikan yang ditransfer ke kas daerah sampai 62,6% atau Rp308 triliun lebih dari keseluruhan Rp492,5 triliun. Jadi, dibutuhkan proses penerapan serta pengawasan yang baik supaya pemakaian biaya manfaat pendidikan bisa semakin dapat dirasa faedahnya.

Langkah ke-2, optimalisasi pemakaian biaya sebesar 7,3% dari keseluruhan 20% biaya manfaat pendidikan di Kemendikbud, untuk meningkatkan percepatan perbaikan pendidikan di daerah. Lalu, Kemendikbud akan lakukan penyelarasan pemakaian biaya manfaat pendidikan, baik yang ada di pusat ataupun daerah.

“Itu supaya tidak berlangsung tumpang tindih pemakaian biaya baik di APBD (biaya penghasilan serta berbelanja daerah) berbentuk DAU serta DAK, ataupun APBN yang berada di Kemendikbud hingga dapat semaksimal mungkin mengatasi permasalahan pendidikan di daerah,” tutur bekas rektor Kampus Muhammadiyah Malang ini.

Lewat proses bahasan bersama dengan pemerintah daerah serta beberapa pemangku kebutuhan, Kemendikbud sudah mempersiapkan 2.580 zone pendidikan menengah. Guru besar Kampus Muhammadiyah Malang ini mengemukakan jika zonasi pendidikan adalah taktik periode panjang untuk membenahi skema persekolahan.

“Yang terpenting kita sempurnakan dari sekian waktu. Yang ku rang kita per baiki, yang telah baik kita naikkan. Tapi, utamanya semua jalan keluar permasalahan pendidikan dalam hubungan kebijaksanaan di tingkat pusat kelak akan berbasiskan zonasi,” kata Muhadjir.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikbud Didik Suhardi memberikan, zonasi pendidikan tidak cuma untuk penerimaan peserta didik baru, tapi arah pentingnya ialah untuk memeratakan kualitas service pendidikan di semua Tanah Air.

Artikel Terkait : Rumus Cara Menghitung Debit Air, Waktu Aliran, dan Volume Aliran

“Harapan atas zonasi pendidikan ini akan perbanyak sekolah-sekolah favorite, sekolah yang berkualitas,” katanya. Selain itu, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi memiliki pendapat, pendidikan berkualitas ialah kunci buat perkembangan bangsa.

Ia menjelaskan, masuk 100 tahun Indonesia merdeka, Indonesia melawan masalah besar berkaitan dengan persiapan sdm, penelitian, serta tehnologi kalah dengan bangsa-bangsa lainnya, kualitas pendidikan yang masih tetap rendah, guru yang tidak berkapasitas baik dari kualitas, kesejahteraan, kekurangan guru, serta perlindungan.

“Harus ada bikin biru pendidikan hingga dapat cepat menanggapi keperluan Revolusi Industri 4.0. Basis SDM Indonesia yang berkualitas, terbuka pada beberapa ide baru, kreatif, mempunyai ketrampilan, hard and soft kemampuan, visioner sama dengan tuntutan Revolusi Industri 4.0,” kata Unifah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *