Pendidikan Antikorupsi Diharapkan Inovatif dan Tak Membosankan Simak Selengkapnya

Baru saja ini seluruh instansi serta kementerian di tandatangani prinsip untuk memerangi serta memberantas korupsi dengan mengaplikasikan pendidikan antikorupsi pada tahap pendidikan basic, menengah sampai tinggi. Wawasan membuat mata pelajaran spesial antikorupsi juga muncul.

Menyikapi wawasan itu, Teddy Yulianto, Ketua Yayasan Teddy Yulianto mengatakan kurang sepakat jika pendidikan antikorupsi jadikan mata pelajaran sendiri. Ia memiliki pendapat semestinya diintegerasikan ke mata pelajaran yang telah ada.

“Perlu anak-anak kita ditanami pemahanan mengenai antikorupsi, tetapi tidak dengan untuk jadi mata pelajaran sendiri. Di kuatirkan akan meningkatkan beban siswa, sebab mata pelajaran yang ada saat ini saja banyak,” kata Teddy Yulianto, Selasa (18/12/2018).

Baca Juga : Cara Menghitung Berat Badan Ideal Pria Dan Wanita

“Semestinya diinteregasikan dengan mata pelajaran yang telah ada, seperti Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), mesti ada muatan mengenai antikorupsi serta intoleransi,” imbuhnya.

Teddy merekomendasikan, pemberian materi pendidikan antikorupsi harus juga inovatif serta tidak menjemukan. Ia minta, sebelum diaplikasikan di sekolah serta perguruan tinggi, Kementerian Pendidikan mesti menyiapkan modulnya dengan baik.

“Mesti sesuai dengan tahap pendidikannya, SD seperti apakah, SMP, SMA seperti apakah, begitupun di perguruan tinggi.Agar tidak menjemukan, contohnya dibikin simulasi mengenai efek akibatnya karena tingkah laku korupsi sama dengan minat, kreatifitas serta talenta anak,” tambah Teddy.

Akan tetapi Teddy memperingatkan, tanggung jawab pada pendidikan antikorupsi janganlah seutuhnya ditanggung pada instansi pendidikan resmi atau guru saja, tetapi pun adalah keharusan semua elemen bangsa.

“Kita semua mesti memberi tauladan pada anak-anak dengan berperilaku antikorupsi. Janganlah seperti seseorang bupati yang mengkorupsi uang pendidikan. Memerangi serta memberantas korupsi itu memerlukan sinergis semua komponen bangsa,” tegas politisi PPP ini.

Implikasi yang lain, lanjut Teddy, bila pendidikan antikorupsi jadikan mata pelajaran baru di sekolah yakni akan berlangsung kekurangan guru. Menjadi komitmennya memerangi praktek korupsi, Teddy mengatakan telah mulai memberikan mental antikorupsi pada anak-anak didiknya semenjak awal.

Untuk info, lewat yayasan yang dipimpinnya, Teddy Yulianto membangun instansi Pendidikan Anak Umur Awal (PAUD). Instansi ini pula menyimpan anak-anak dari keluarga tidak dapat supaya memperoleh pendidikan yang wajar.

Diluar itu, Yayasan Teddy Yulianto pun membangun Pusat Pekerjaan Belajar Penduduk (PKBM) di sejumlah lokasi di Jakarta Selatan yang ditujukan buat penduduk yang belumlah menamatkan pendidikan 12 tahun.

“Jika PAUD kita namakan Flying Star, sedang PKBM namanya Starisa School. Di PKBM kami miliki program Kejar Paket A, B serta C, yang ditujukan buat penduduk yang belumlah mengakhiri pendidikan SMP atau SMA. Semua gratis sampai memperoleh ijazah,” terangnya.

Artikel Terkait : Cara Merawat Ikan Cupang Hias

Teddy menyebutkan, PKBM Starisa School telah berada di Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Pesanggrahan, Cilandak serta Setiabudi. Tidak cuma itu, Yayasan Teddy Yulianto pun meluncurkan Program Keaksaraan berbasiskan online. Dikatakannya, program ini dapat dibuka penduduk di YouTube.

“Kami membuat channel di YouTube. Penduduk dapat mengaksesnya serta beberapa orang-tua bisa memakainya menjadi pegangan untuk menuntun anak-anaknya belajar,” tandas Teddy.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *