Karena Belum Genap 6 Bulan, Toilet Senilai Rp5,7 Miliar di Yogya Rusak

Belumlah genap enam bulan dioperasikan, toilet elegan yang habiskan anggarap Rp5,7 miliar punya Pemda DIY telah rusak. Toilet yang dibuat di lokasi titik 0 Km. Yogyakarta ini rusak di sejumlah sisi.

Rusaknya pertama dibagian atap kaca hingga satu lajur untuk jalan masuk ditutup. Rusaknya ke-2 ada di toilet pria. Ke-2 rusaknya ini telah lumayan lama. “Itu (jalan masuk) ditutup sebab kaca di atasnya retak,” kata Yeni petugas jagalah toilet pada SINDOnews waktu di tanya mengapa jalan masuk ditutup, Kamis (21/6/2018).

Baca Juga : Harga Batu Bata

Waktu di tanya apa retakan kaca itu telah lumayan lama, seseorang lelaki rekanan Yeni menjawab jika rusaknya itu telah seputar tiga bulan. Waktu di tanya tentang rusaknya salah satunya kloset di toilet pria, seseorang petugas jagalah toilet menuturkan rusaknya itu juga lumayan lama yaitu seputar sebulan lamanya.

Karena retaknya kaca ini, jalan masuk toilet elegan lewat anak tangga ini ditutup. Di pintu dipasang rantai berwarna kuning serta sinyal ditutup. Praktis jalan masuk serta keluar yang awal mulanya dipisah dikombinasi jadi satu di anak tangga untuk lajur keluar. Keadaan ini cukuplah menganggu jika pengunjung padat.

Seperti didapati awal Januari 2018 lantas, Gubernur DIY Sri Sultan Hamangkubuwono (HB) X mengevaluasi langsung pembangunan toilet bawah tanah elegan ini. Tiga bulan awal mulanya yaitu pada 27 November 2017 Raja Yogya ini pula mengevaluasi toilet itu. Toilet ini memang dibuat cukuplah elegan. Semua ruang toilet yang ada dibawah tanah (underground) persisnya di samping timur Kantor Pos Besar atau di muka Bank Indonesia ini diperlengkapi dengan penyejuk hawa alias AC. Demikian masuk hawanya langsung dingin terasanya di mall.

Tidak hanya diperlengkapi dengan AC, toilet ini pula diperlengkapi dengan ruangan laktasi serta toilet untuk difabel termasuk juga lift spesial untuk difabel. Ada 20 toilet dengan dengan dua mode yaitu toilet duduk serta jongkok. Keseluruhan biaya yang dihabiskan untuk bangun toilet ini seputar Rp5,7 miliar. Pembangunan toilet ini adalah sisi revitalisasi lokasi Malioboro Step ke II.

Artikel Terkait : Harga Pasir dan Batu

Pelaksana kontraktor Project, Wintawan mengaku rusaknya itu masih tetap tanggung jawabnya karena masih juga dalam rawan waktu enam bulan. “Jika atap pecah ya kami akan lakukan pergantian, itu tanggung jawab kami,” katanya pada wartawan.

Wintawan menyebutkan pecahnya kaca ini telah yang ketiga kalinya, meskipun begitu ia menyakinkan jika pecahnya kaca ini bukan sebab kualitas karena ketebalan serta yang lain telah sama dengan detail.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *