Inilah Bangunan labil, pengembang Bengawan Asri cuek

Tempat tembok rubuh di Kampung Petoran, Jebres, Solo, Jawa Tengah, sampai sekarang masih tetap dipasang garis polisi. Beberapa puluh masyarakat selalu menyemut ke tempat di mana empat anak-anak serta dua dewasa tertimpa material padat.

Tembok punya pengembang perumahan Bengawan Asri ini didapati telah labil semenjak tiga tahun kemarin. Masyarakat sebetulnya telah memperingatkan pengembang untuk ganti bangunan itu dengan konstruksi yang lebih kuat.

Baca Juga : Harga Pipa

Ini mengingat tembok yang dulunya berdiri tegak, makin lama limbung. Imbauan ini tidak digubris hingga kemudian mencelakai manusia. Masyarakat semakin cemas peristiwa nahas ini akan terulang lagi mengingat tembok bagian selatan punya pengembang berkondisi labil.

“Saya kaget serta cuma dapat menjerit waktu tembok itu bruk. Menerpa anak-anak itu. Siapa yang tega lihat keadaan ironis semacam itu?” tutur Endah, masyarakat di tempat selesai membantu korban momen nahas, Rabu (25/09/2013).

Tembok setinggi tiga mtr. serta panjang 32 mtr. tidak diduga rubuh menerpa empat bocah serta dua dewasa di RT 03/RW VII Kampung Petoran sekira jam 13.30 WIB.

Bangunan depan beberapa rumah di gang sempit ini alami rusaknya karena tertimpa material tembok. Didapati, anak-anak itu tengah asik bercengkrama sekalian lihat mainan yang di jual Agustinus Tulus Basuki.

Artikel Terkait : Harga Ready Mix Beton Cor

Tersebut rincian nama korban tertimpa tembok

1. Agustinus Tulus Basuki, 65, masyarakat RT 2 RW VIII Petoran, Jebres (penjual mainan keliling)

2. Zahra (5)

3. Thomas Wijanarno (8)

4. Muchsin (5)

5. Pujiati (66)

6. Arlan (2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *