Pemkot diminta nasionalisasi bangunan kuno di Semarang Simak Ulasanya

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang disuruh tegas dalam mengurus lokasi heritage Kota Lama. Karena, banyak bangunan dalam tempat itu yang kondisinya begitu memprihatinkan.

Pantauan SINDO di lapangan, gedung-gedung peninggalan Belanda itu banyak yang alami rusaknya. Tidak hanya tidak tertangani serta ditumbuhi rumput belukar, atap serta tembok beberapa gedung banyak juga yang roboh.

Bahkan juga di sejumlah tempat, ada bangunan yang hampir rubuh. Atapnya telah roboh serta tembok pun tampak retak-retak. Beberapa bangunan sangat terpaksa didukung dengan memakai bambu supaya bangunan tidak ambrol.

Keadaan itu dirasakan penduduk, terpenting pemakai jalan yang seringkali melintas di lokasi itu. Mereka mengakui takut serta kuatir bila tembok tidak diduga roboh serta menerpa mereka.

Baca Juga : Biaya Pembuatan Kolam Renang

“Takut sekali jika melalui di daerah sini, takut jika temboknya tidak diduga ambrol. Lihat saja itu temboknya telah retak-retak serta cuma didukung bambu-bambu seadannya,” kata Claudia (25), masyarakat Kemijen, Kota Semarang, Senin (23/9/2013).

Dari data Tubuh Pengelola Lokasi Kota Lama (BPK2L) Kota Semarang, dari 105 gedung di lokasi Kota Lama, ada sekurang-kurangnya 25 bangunan yang kondisinya rusak kronis. Umumnya dari bangunan-bangunan yang rusak itu ialah bangunan kosong yang tidak didapati pemiliknya.

“Sekira 19 gedung yang sampai saat ini belumlah didapati pemiliknya, umumnya gedung-gedung itu yang rusak kronis sebab tidak dirawat,” kata Kepala BPK2KL Surachman waktu di konfirmasi.

Pemkot Semarang tambah ia, mesti selekasnya bertindak penyelamatan pada bangunan-bangunan itu. Bila tidak, bangunan-bangunan di lokasi yang mempunyai nilai riwayat tinggi itu akan hilang sebab rubuh.

Salah satunya langkah yang bisa dikerjakan Pemkot yaitu dengan lakukan nasionalisasi atau pengambilalihan gedung-gedung yang tidak berpenghuni itu. Lewat cara itu, Pemkot bisa melakukan perbaikan serta menjaga bangunan-bangunan itu hingga bangunan akan tidak rusak

“Selain itu, Pemkot harus juga tegas mengaplikasikan undang-undang cagar budaya dalam tempat itu, semua yang ada di lokasi heritage diharuskan taati ketentuan perundang-undangan, termasuk juga keharusan mengawasi serta menjaga gedung-gedung itu,” pungkas Surachman.

Setali tiga uang, keinginan Pemkot supaya selekasnya lakukan nasionalisasi pada bangunan tidak berpenghuni Kota Lama pun dikatakan Budayawan Semarang, Djawahir Muhammad. Menurutnya, cuma lewat cara itu Pemkot bisa selamatkan bangunan bersejarah dari rusaknya.

“Harus ada keberanian Pemkot menggantikan bangunan-bangunan yang tidak didapati pemiliknya itu. Diluar itu, gedung-gedung yang telah berstatus hak punya harus juga dikuasai Pemkot, bila sebenarnya pemilik tidak menjaga serta membiarkan bangunan rusak,” katanya.

Artikel Terkait : Harga Besi Plat Hitam

Djawahir mengharap, tidak hanya selamatkan bangunan-bangunan yang hamper rubuh itu, Pemkot Semarang pun lakukan penertiban pada bangunan liar yang dibuat di lokasi Kota Lama. Karena, bangunan-bangunan liar seperti lapak Pedagang Kaki Lima bisa jadi memperburuk lokasi itu.

“Banyak bangunan liar seperti PKL bersebaran disana, seperti di daerah Sendowo. Mesti ditertibkan sebab bisa meningkatkan kumuh lokasi itu,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *